January 29, 2011

Mbok yao..

Filed under: My Opinion — ratna @ 9:54 am

cc greenpeaceCrop Circle. Jujur, aku baru tau istilah ini dari fenomena yang sebelumnya sudah pernah kulihat di film Sign yang dibintangi oleh Mel Gibson. Sebelum menonton film itu aku sama sekali tidak tau tentang crop circle. Setelah kumasukkan dua kata itu dalam mesin pencari di dunia maya, keluarlah 2.090.000 entri yang membahasnya. Ternyata sudah sejak lama fenomena ini ada. Hmm kemana aja ya gue selama ini ? Hehehe… emang manusia itu harus selalu belajar, membaca, melihat, mendengar, membaui.

Karena di Indonesia kejadian ini baru pertama kali terjadi maka reaksi yang muncul sangat heboh dan ramai. Ada yang menghubungkan dengan keberadaan UFO, persis seperti analisis banyak orang di dunia bahwa crop circle adalah jejak bekas ‘pesawat’ UFO yang mendarat di bumi. Persis seperti cerita di film Sign, yang tokoh utamanya benar-benar dihantui oleh mahluk alien berkepala lonjong dengan mata aneh yang sangat terkenal itu.

Kalau kata orang-orang yang suka dengan hal-hal berbau politik: pasti orang dibalik ini semua ingin mengalihkan perhatian masyarakat dari isu Gayus, atau isu lain yang lebih penting dibahas. Karena pers Indonesia meskipun bersifat multi media tetapi berita yang dibahas setiap hari nyaris seragam ! Jaman aku SMA dulu, kalau tidak baca koran/harian rasanya ketinggalan berita. Tapi sekarang, cukup hanya dengan mendengarkan berita di TV (dari 14 stasiun TV) sambil menjalani rutinitas pagi, kita sudah tau berita apa yang menjadi headline hari itu. Baca berita di media online pun pasti kita akan menemukan topik yang sama. Maka mudah saja ‘menghapus’ atau mengalihkan perhatian masyarakat . Lempar saja berita yang lebih heboh, meskipun tidak penting.

Kalau kata orang penyuka seni: crop circle adalah suatu karya seni yang mengagumkan karena umumnya hanya dibuat dalam waktu semalam, berukuran besar dan memiliki pola yang indah; setelah browsing kulihat ternyata pola yang dibuat tidak melulu berbentuk lingkaran. Ada yang berbentuk karakter kucing lucu Hello Kitty, bentuk mobil, yang tujuannya adalah mengiklankan produk atau perusahaan. Hari ini di wall facebook salah seorang temanku ada yang memposting crop circle berbentuk wajah si Gayus (kayanya mah photoshop) ^_^ orang Indonesia memang kalau urusan begini patut diacungi jempol kreativitasnya. Tapi kalau disuruh cari solusi bagaimana mengatasi masalah kemacetan kota Jakarta, patut diacungi jempol ke bawah.

Seni vs kerusakan ? Yup, crop circle sejak jaman dulu selalu dibuat di area persawahan atau ladang padi, gandum atau ladang jagung. Terpikirkah oleh si pembuat karya seni ini kalau batang tanaman sudah patah dan rebah ke permukaan tanah, tidak akan bisa tegak lagi seperti semula ? Kejadian di Sleman yang kulihat dari TV, tanaman padi yang menjadi korban sudah menampakkan bulir-bulir buah, mungkin sebulan atau 2 bulan lagi bakal dipanen. Aku berani bertaruh pemilik sawah tidak tahu menahu tentang ‘kegilaan’ ini, mimpi pun nggak. Mudah-mudahan pemiliknya adalah petani kaya yang tidak akan tiba-tiba jatuh miskin akibat berkurangnya hasil panen (kalau padi itu masih bisa hidup dan masih bisa dipanen). Mungkin kata si penanam padi: saya sudah susah payah menanam, merawat padi sejak benih sampai menjelang panen, kok dirusak hanya dalam waktu semalam ?

Kalau kata aku: terlepas dari siapa atau apa yang sudah membuat jejak di persawahan Sleman Jogja itu – UFO yang mendaratkah ? Atau orang-orang terlalu kreatif yang sedang bingung ingin menunjukkan kreasinya ? Aku betul-betul nggak peduli. Tapi mbok yao jangan meninggalkan kerusakan. Mbok yao kalau mau buat karya seni, buat deh di hamparan alang-alang yang kalaupun rusak gak akan ada orang yang teriak rugi. Atau buat aja di kepala masing-masing sehingga tercipta cukuran rambut model baru. Atau akan lebih bagus kalau karya seni menggunakan tanaman dibuat dengan cara bukan merebahkan tanaman yang sudah tumbuh tegak, tapi menanamnya sejak awal dengan konfigurasi yang sudah dirancang sebelumnya, seperti labirin atau tulisan tertentu

Aku hanya rela kalau jejak semacam itu terjadi akibat hempasan angin taifun atau bekas lewat segerombolan hewan yang bermigrasi menyeberangi ladang atau sawah.

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment