November 14, 2010

MOMIJI, BENDERA CANADA DAN KLOROFIL

Filed under: All About Biology — ratna @ 12:42 pm
Me and red leaves

Me and red leaves

Bulan Oktober dan November di Jepang adalah awal memasuki musim gugur. Udara mulai dingin berkisar antara 5° — 15°C, mungkin buat orang yang tahan dingin masih terasa sejuk. Tapi buatku sudah dingin sekali…ya kira-kira 5x nya suhu di Lembang. Kalau di Indonesia udara dingin biasanya sehabis turun hujan; jadi, dingin selalu berasosiasi dengan basah, lembap dan mendung. Sedangkan di Jepang meskipun matahari bersinar terik, tetap kering tidak hujan, tapi udara dingin sekali; belum ditambah dengan hembusan angin yang makin membuat terasa beku. Tapi Alloh memberi bonus buatku, sebagai penghibur atas tersiksanya aku oleh cuaca dingin. Menjelang musim gugur, daun-daun pohon berganti warna menjadi warna-warna yang bernuansa kuning, jingga, dan yang paling cantik adalah merah marun. Keindahan autumn color ini bahkan dijadikan komoditas pariwisata oleh bangsa Jepang. Tema hiasan di mal pun berbau-bau autumn: Autumn collection, autumn style, autumn edition…

 Irohamomiji istilah yang kutau dari hasil searching, atau yang lebih dikenal dengan “momiji” merupakan jenis tanaman berkayu bernama Acer palmatum, atau Japanese Maple yang tumbuh native di Jepang, Korea Utara, Korea Selatan, China, timur Mongolia dan bagian tenggara Rusia. Daun acer atau maple memiliki banyak jenis dan kultivar yang juga memiliki bentuk daun maupun warna yang menarik. Ingat bendera Canada ? Yup, itu adalah gambar daun acer; bendera Canada dinamakan Maple Leaf Flag dalam bahasa Perancis disebut l’Unifolié (”the one-leaved”).

Ternyata pohon maple ini banyak sekali jenis (150) maupun kultivarnya (hampir 1000) yang perbanyakannya secara aseksual melalui stek batang, sambung batang (grafting) maupun kultur jaringan. Kultivar yang dicari adalah yang memiliki bentuk daun yang unik, selain dicari pula jenis mana yang cocok sebagai peneduh, semak, maupun sebagai bonsai.

Menurut pengamatanku, pohon maple hampir selalu ditanam di dalam maupun di luar pagar kuil-kuil Jepang. Kalau kita berkunjung saat summer, yang umumnya dikagumi adalah bangunan kuilnya, keindahannya dan ketuaan…hmmm…kok ketuaan…. apa yah istilahnya …maksudku umumnya kuil atau kastil itu berupa bangunan yang sudah tua tapi tetap terpelihara bahkan dijadikan World Heritage, bukan hanya National Heritage. Tapiiii…jika kita berkunjung saat menjelang musim gugur, Subhanallah…pohon-pohon yang biasanya hijau royo-royo, menjadi colorful…berwarna warni…cantik sekali. Jadi, yang bisa tampak indah bukan hanya pohon atau tanaman yang memiliki bunga saja. Pohon tertentu pun bisa menjadi indah dan berharga mahal karena bentuk dan warna daunnya. Masih ingat kan dunia tanaman hias Indonesia yang dihebohkan dengan tanaman Aglaonema yang dihargai berdasarkan jumlah daunnya, maka ada satu pot tanaman yang berharga hingga 10 juta…buat investasi, tapi ada juga yang tertimpa musibah, digondol maling…Inna lillaahi….

Yang membuat warna daun tampak hijau, kita semua belajar sejak SD, adalah molekul klorofil atau zat hijau daun. Lalu mengapa daun bisa ada juga yang berwarna merah, kuning, orange, bahkan violet ? Lalu kenapa juga di Indonesia daun beringin yang hijau seumur-umur ya hijauuuu aja sepanjang tahun. Sedangkan daun puring selalu berwarna warni. Alloh menumbuhkan pohon dan semua tanaman sesuai dengan letak geografisnya, sebelum manusia melakukan budidaya maupun menanam di luar habitat aslinya. Maka ada tanaman yang dikenal sebagai tanaman tropis, subtropis, dan arid (kering sepanjang tahun seperti di gurun pasir). Tanaman di daerah tropis yaitu daerah yang memiliki hanya 2 musim, serta panjang siang dan malam sama, masing-masing 12 jam memiliki fisiologi yang berbeda dengan tanaman subtropis yang memiliki 4 musim, yang dimusim tertentu panjang siang dan malam bisa berubah. Tumbuhan bisa tau kapan akan berganti musim melalui cahaya, dan bersiap menghadapi kondisi alam yang sangat drastis sekalipun.

Yang sangat mudah dilihat adalah perubahan warna daun. Untuk membuat klorofil , daun membutuhkan cahaya matahari dalam jumlah dan durasi tertentu. Dan sepanjang summer, saat cahaya matahari lebih dari cukup dan air tersedia, tumbuhan sibuk membuat dan menabung makanan (glukosa). Berakhirnya summer, dan memasuki musim gugur , panjang siang semakin pendek, menyebabkan produksi klorofil yang membutuhkan cahaya menjadi menurun. Maka klorofil tidak cukup membuat daun berwarna hijau. Akhirnya warna pigmen daun selain klorofil yang berwarna kuning (xantofil), jingga (carotene) yang memang sudah ada dalam jumlah sedikit pada daun menjadi terlihat akibat tidak tertutupi (unmasked) oleh klorofil. Sedangkan warna merah terang dan ungu daun pohon tertentu, dibuat pada saat musim gugur.

Pada pohon maple, glukosa hasil fotosintesis tersimpan dalam daun setelah fotosintesis berhenti. Sinar matahari dan udara malam yang dingin di musim gugur menyebabkan daun mengubah glukosa menjadi pigmen merah yang dinamakan antosianin Sementara warna coklat pada daun pohon yang lain lagi seperti pohon oak, merupakan tannin, disintesis dari materi sisa yang masih ada dalam daun. Pigmen-pigmen ini melindungi daun dari cahaya matahari yang terik juga menurunkan titik beku, agar daun tidak beku meskipun suhu sangat dingin. Seperti manusia, daun pun punya siklus hidup.

Manusia lahir, bayi, anak-anak, remaja, dewasa, tua kemudian meninggal. Sehelai daun muncul sejak berupa tunas, hingga dewasa, kering dan gugur karena jaringannya mati akibat serangan serangga, penyakit atau cuaca. Daun gugur bisa satu persatu jika sudah tua atau mengalami senesensi (senescent), tetapi juga bisa gugur serentak karena kondisi alam seperti musim gugur atau musim kering (ingat pohon jati ?). Gugurnya daun sesungguhnya suatu bentuk pertahanan hidup bagi sebuah pohon.

Subhanallah …betapa efisiennya suatu pohon, sebelum memasuki musim dingin yang bersuhu sangat rendah, air yang membentuk kristal es tidak mungkin diserap oleh akar, cahaya mataharipun berkurang, maka pohon menggugurkan daunnya. Toh sudah cukup banyak hasil fotosintesis yang ditabung selama musim panas. Sebelum daun gugur, glukosa, nitrogen dan zat-zat berharga lain yang telah diserap oleh akar di saat summer akan diambil kembali masuk ke pembuluh batang sebelum daun gugur. Nanti saat winter berakhir dan masuk musim semi, zat-zat ini akan dibutuhkan lagi oleh pohon untuk bertunas dan memulai siklus yang baru. Kalau kita analogikan, seperti orang tua sebelum meninggal akan mewariskan apapun bagi anak-anaknya, ilmu, harta maupun nasehat.

1 Comment »

  1. keren ya tumbuhan itu…Subhanallaah…
    ok I keep writing

    Comment by Ratna Yuniati — February 3, 2011 @ 8:45 am

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment